MARABAHAN – Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Barito Kuala (Batola) turun tangan untuk membantu pemulihan korban kekerasan seksual yang ayahnya dibunuh pelaku yang terjadi di Jalan Trans Kalimantan Handil Bakti Batola.
Putri korban MM (22) sampai saat ini terpukul akibat peristiwa tersebut. Ir. Subiyarnowo selaku Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Barito Kuala melakukan pendampingan untuk pemulihan korban dan keluarga.
Menurut beliau, pertama yang dilakukan adalah assesment mengorek seperti apa cerita dan bagaimananya serta mendengar kebutuhanya seperti apa yang diperlukan.
“Tadi sudah kita dapatkan, sudah ada bayangan apa yang akan kami lakukan. Pastinya kondisi korban dan keluarga merasakan ada rasa trauma, takut dan malu dampak dari kejadian awal itu,”ungkap Subiyarnowo.
Kepala UPTD PPA menjelaskan bahwa pihaknya akan menyiapkan tim ahli untuk mengetahui sejauh mana kondisi mental dan jiwa MM dan keluarga. “Kita akan siapkan psikiater dan psikolog, atau kalau perlu penanganan rumah sakit jika memang kondisinya sakit dan
semua ditanggung oleh dinas perlindungan PPA,” ucapnya.
Sementara itu Kapolres Batola, AKBP Diaz Sasongko mengungkapkan bahwa kasusnya masih dalam tahap penyidikan, penyidik masih berusaha melengkapi berkas perkara. Janjinya akan segera berkas mengirimkan berkas ke kejaksaan.
UPTD PPA MELAKUKAN PENDAMPINGAN KEKERASAN SEKSUAL YANG AYAHNYA DIBUNUHHINGGA DIPASTIKAN PULIH