Pada hari Jum’at tanggal 12 Mei 2023 dilaksanakan Sosialisasi Pengisian Analisis Risiko DPPKBP3A, yang dipimpin oleh Sekretaris dan Kasubbag PKA selaku pemandu, kegiatan ini di ikuti oleh pegawai DPPKBP3A yang merupakan perwakilan dari setiap bidang, dan ditargetkan pada tanggal 16 Mei 2023 harus rampung.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Workshop Penyusunan Manajemen Risk (MRI) Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Tk. Kab. Batola yang dilaksanakan di Banjarmasin pada tanggal 11 Mei 2023.

Secara harfiah, risiko adalah potensi terjadinya sesuatu yang berdampak buruk, baik bagi diri sendiri atau suatu entitas usaha. Dalam konteks bisnis, manajemen risiko adalah usaha guna menghindari risiko dengan cara memonitor sumber risiko, melacak, dan melakukan serangkaian upaya agar dampak risiko bisa diminimalisasi.

Pengertian Manajemen Risiko
Menurut Milton C Regan dalam bukunya “Risky Business”, pengertian manajemen risiko adalah penerapan beragam kebijakan dan prosedur untuk meminimalisasi peristiwa yang menurunkan kapasitas dan kualitas kerja perusahaan. Sementara itu menurut Noshworthy, pengertian manajemen risiko adalah usaha mengurangi risiko dalam proses pelaksanaan teknis dan pengambilan keputusan bisnis.
Sederhananya, dapat kita simpulkan bahwa manajemen risiko adalah sebuah proses mengawasi, mengelola, dan mengambil keputusan guna menghindari risiko kerugian atau inefisiensi bisnis.

Tujuan Manajemen Risiko
Adapun tujuan manajemen risiko adalah antara lain:

  1. Melacak Sumber-Sumber Risiko
    Poin pertama tujuan manajemen risiko adalah guna melakukan mitigasi atau pelacakan sumber-sumber yang berpotensi mengancam produktivitas dan keamanan bisnis. Proses pelacakan ini dapat dilakukan dengan riset dan analisa prosedural dari setiap aktivitas perusahaan, mulai dari proses produksi hingga pengelolaan aset.
  2. Menyediakan Informasi Risiko Bagi Perusahaan
    Tujuan manajemen risiko yang berikutnya adalah menyediakan informasi tentang sumber-sumber potensi risiko di perusahaan. Setelah melakukan analisa, seorang manajer risiko perlu menyusun laporan risiko berdasarkan data dari proses mitigasi.
  3. Minimalisasi Kerugian Akibat Terjadinya Risiko
    Setelah risiko ditemukan dan dianalisa, maka pihak-pihak yang terkait dengan risiko perlu melakukan upaya agar risiko tidak sampai terjadi dan mengancam keberlangsungan bisnis. Dalam hal ini, manajer risiko bisa membantu para pihak terlibat menemukan solusi penanganan risiko, seperti melenyapkan potensi, meminimalisasi, atau mentransfer risiko ke pihak lain.
  4. Memberikan Rasa Aman Bagi Stakeholder
    Tujuan manajemen risiko perusahaan adalah agar stakeholder merasa aman dan percaya dengan integritas bisnis. Stakeholder di sini bukan sebatas investor saja, tapi juga pekerja, supplier, asuransi, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan perusahaan.
  5. Menjaga Stabilitas dan Pertumbuhan Perusahaan
    Terakhir, tujuan manajemen risiko adalah agar perusahaan bisa berkembang dengan stabil sesuai target bisnisnya. Dengan adanya proses manajemen risiko, perusahaan bisa melakukan penanganan lebih cepat terhadap sumber-sumber yang mengancam pertumbuhan usaha.